PANGDAM ISKANDAR MUDA PIMPIN SERTIJAB DANREM 011/LILAWANGSA
Oleh : Pendam Iskandar Muda
11-Mar-2010, 10:36:32WIB
Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Hambali Hanafiah menegaskan, sejauh ini keberadaan teroris di Aceh belum berpengaruh apa pun, apalagi sampai mengganggu perdamaian Aceh yang selama ini terajut dengan baik. Lagi pula masyarakat Aceh kini sudah sadar betul bahwa damai itu indah dan nikmat.
Begitupun, Pangdam sangat mengharapkan masyarakat Aceh terus bekerja sama dengan aparat keamanan untuk sama-sama membasmi teroris. Paling tidak, mau memberikan informasi. Hal itu diungkapkan Mayjen TNI Hambali Hanafiah seusai menjadi pembina upacara dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danrem 011/Lilawangsa (LW), dari Kolonel Inf Bachtiar kepada Kolonel Inf Deni K. Irawan di Lapangan Sudirman Lhokseumawe, Selasa (9/3). Hadir dalam upacara itu seluruh Muspida Plus di jajaran Korem 011 LW.
Menurut Pangdam, elemen masyarakat, termasuk TNI, berkewajiban membasmi teroris, sesuai dengan kedudukan dan peran masing-masing. “Salah satu contoh mengapa posisi mereka (teroris -red) diketahui oleh aparat, itu karena masyarakat kita sudah sadar bahwa teroris itu mengganggu suasana, sehingga masyarakat memberikan laporan kepada aparat”, ujar Pangdam.
Menyangkut kesiapan TNI dalam membasmi jaringan teroris di Aceh, menurutnya, pasukan selalu disiagakan, bahkan aparat teritorial juga terus membantu kepolisian. “Begitu juga aparat intel kita selalu bersama-sama dengan kepolisian mencari informasi untuk membasmi teroris ini”, ujar Pangdam.
Hingga kini, menurutnya, TNI di Aceh belum terlibat secara langsung dalam pemberantasan teroris, terutama dalam bentuk menurunkan pasukan ke lapangan. Sebab, ada prosedur yang sudah baku bahwa pihak TNI baru bergerak atas permintaan polisi. “Tapi untuk aparat teritorial dari Koramil dan Kodim tetap terus memantau dan terus bekerja sama dengan kepolisian”, jelas Pangdam.
Sebagai antisipasi, apabila suatu saat diminta pihak kepolisian, menurut Pangdam, telah disiapkan satu kompi. Tapi bila dibutuhkan lebih besar lagi, seluruh prajurit TNI telah siap diterjunkan. Pangdam menambahkan, pengawasan sepanjang garis pantai untuk mencegah menyusupnya senjata api, TNI terus disiagakan. Menurutnya, belum bisa dipastikan apakah jaringan teroris di Aceh selama ini memasok senjata dari pantai, meskipun kemungkinan itu bisa saja terjadi.
Usai melakukan sertijab di Lapangan Sudirman kemarin, Pangdam bersama rombongan bergerak menuju Pendapa Bupati Aceh Utara untuk menghadiri lepas sambut Danrem yang digelar Muspida Aceh Utara dan Lhokseumawe. Danrem yang baru juga dipeusijuek sesuai adat Aceh. (Pendam IM/Dispenad)