Monday , 22 September 2014
Berita Terbaru

Author Archives: muhajir jaer

KOMANDAN  KOREM 043/GATAM  HADIRI  WORKSHOP PERDAMAIAN.

         Komandan Korem 043/Gatam,  Kolonel Arm Drs. Winarto, M.Hum menghadiri  Acara Workshop Peranan Pemuda dalam memelihara Perdamaian bertempat   di Gedung Serba Guna GSG Unila       Bandar Lampung, pada hari Kamis, tanggal 28 Agustus 2014, pukul : 09.00 WIB.

                Acara ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Akasyah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hadir pada acara tersebut, Sekjen Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum          dan Keamanan Letnan Jenderal  Langgeng Sulistiyono, Kepala BNPT yang diwakili oleh Deputi I BNPT Mayor Jenderal Agus Bakti, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, M. Si, Rektor Unila Prof . Dr. Ir Sugeng  P Harianto, M.S, Ketua Dewan Pembina Yayasan Akasyah Laksda TNI Dadang Irawan, M.A, serta Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko.

                Dalam sambutannya, Danrem mengatakan terorisme merupakan persoalan yang multikompleks dan sensitif. Pasalnya, persinggungan antara issu terorisme dengan agama sering di kooptasi kelompok teroris  untuk  melegalkan aksi teror yang dilakukan. Sehingga, penanganan isu terorisme harus dilakukan secara hati hati.

                TNI sebagai aparat keamanan yang mengemban tugas negara sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI berkewajiban turut serta menanggulangi setiap gejolak di masyarakat termasuk didalamnya penanganan terorisme.

                Danrem berharap kegiatan workshop ini mampu menjadi creative minority dan lokomotif perubahan. “ Mahasiswa harus mampu mentransformasikan kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga secara sadar menolak kegiatan tersebut, ujar Danrem.

KOMANDAN  KOREM 043/GATAM  HADIRI  ACARA FESTIVAL KRAKATAU LAMPUNG 2014.  

         PelaksanaanPagelaran Parade Lampung Culture dan Tapis Carnival IV bertajuk The Legent and Glories of Lampung merupakan rangkaian puncak Festival Krakatau 2014. Kegiatan ini dibuka Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar  pada hari minggu, tanggal 31 Agustus, pukul : 14.00 Wib bertempat di Depan Pendopo Mahan Agung Rumah Gubernur Lampung.

                Acara ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan. Parade merupakan langkah nyata Lampung untuk mengembangkan seni budaya dari berbagai etnis yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

                Pada Acara Festival Krakatau  2014 ini, Komandan Korem 043/Gatam,  Kolonel Arm Drs. Winarto, M.Hum beserta istri hadir bersama sama  dengan Gubernur Lampung  dan unsur Fokorpimda Lampung untuk menyaksikan budaya yang ditampilkan dari tiap tiap daerah yang ada di Indonesia.

Dandim 0713/Brebes Melepas Club Motor Trail

Sabtu (30/08/2014) Club Motor Trail Trabas Brebes menggelar latihan bersama dalam rangka Featuring Nalaxtax Salem. Pelepasan Start oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Cahyadi Imam Suhada dikomplek Gunung Leo Salem dengan route melintasi Desa Pasir Panjang – Desa Kandayakan – Desa Pabuaran – Desa Ciwindu – Desa Wanoja kemudian Finish kembali dikomplek Gunung Leo Salem.
Event petualangan pecinta Motor Trail ini diikuti ratusan pengendar Motor Trail dari berbagai daerah, para peserta terdiri dari beberapa Club Motor Trail dari Jawa Tengah dan Jawa Barat diantaranya Brebes, Tegal, Majenang, Kuningan, Cirebon dan Tasikmalaya. Para peserta diuji kemampuannya dalam mengendarai Motor Trail dimedan pegunungan yang cukup menantang.
Ketua Panitia Penyelenggara H. Karta Atma Negara mengatakan, Route diambil dikawasan Gunung Leo Salem ini karena kondisi medannya terjal dan sangat menantang sehingga menguji adrenalin peserta, Panitia juga memberikan hadiah bagi para peserta yang beruntung berupa Kulkas, Mesin Cuci, Kompor Gas, Dispenser, Kipas Angin, Jam Dinding dan hadiah hiburan lainnya.
Diharapkan dengan diadakannya kegiatan seperti ini akan mempererat tali silahturahmi para pecinta Motor Trail dan untuk menimbulkan rasa kebersamaan dengan sesama.

Satgas Pamtas Yonif 315/Garuda Terima Penyerahan Senjata Api Secara Sukarela Dari Warga.

Sepucuk senjata api jenis Revolver diserahkan dengan sukarela oleh salah seorang warga Desa Lanjak Kabupaten Kapuas Hulu kepada petugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 315 Garuda. Warga tersebut memberikan senjata setelah mendapatkan pengarahan dan anjangsana dari Komandan Pos Kapar Letda Inf Heri bersama tiga orang anggotanya.

Senjata tersebut sebenarnya telah disimpan selama 12 tahun, namun setelah mendapatkan pengarahan dan penjelaskan tentang kepemilikan senpi dalam UU Darurat Militer serta berdiskusi mengenai wawasan kebangsaan, dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dan meminta identitasnya disembunyikan, warga tersebut diantar petugas Satgas Pamtas Yonif 315/Grd menyerahkan senjata api kepada petugas Pamtas Pasi Intel Satgas Yonif 315/Grd di Pos Kapar, pada hari Rabu (6/8/2014).

Kapendam XII/Tpr Kolonel Arm I Ketut Sumerta mengatakan bahwa sebelum menyerahkan senjata apinya, warga tersebut mengakui kepada petugas menyimpan sepucuk senpi, lalu petugas memberikan penjelasan tentang kepemilikan dan kosekuensi hukum yang ditanggung warga yang menyimpan senpi tanpa izin. Setelah mendapatkan penjelasan dari anggota Satgas, sekitar pukul 18.00 warga tersebut datang ke Pos Kapar kemudian bersama-sama menyerahkan Barang bukti kepada Danpos Kapar dengan jaminan tidak dibawa ke ranah hokum, selanjutnya senpi tersebut dibawa dan diamankan ke Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 315/Grd.

“Ini satu bentuk keberhasilan pembinaan territorial yang dilaksankan petugas, hingga warga yang memiliki senjata api dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata api,” kata Kapendam XII/Tpr.

(Satgas Yonif 315/Grd- Pendam III/Slw)

Bulldozer Ditemukan Satgas Pamtas Yonif 315/Garuda

Sebuah kendaraan alat berat berupa Bulldozer yang telah lama tertutup pepohonan bambu dan semak belukar berhasil di temukan oleh Komandan Pos Muakan Satuan Tugas (satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infanteri 315/Grd bersama anggotanya, di desa Muakan Petinggi Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Kalbar pada hari rabu tanggal 23 Juli 2014. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendekatan yang baik dari petugas kepada masyarakat setempat.

Alat berat yang berasal dari Malaysia tersebut sudah sembilan tahun ditinggalkan pemiliknya, dimana pada tahun 2006 pernah digunakan untuk pembalakan kayu diseputaran sungai Enteli. Alat itu dibawa warga ke desa Muakan dari Sungai Enteli dan digunakan untuk membuat jalan dari Muakan ke kampung Aboy, kemudian setelah selesai alat tersebut disembunyikan dan dipertahankan warga.

Pada awalnya, masyarakat enggan menyerahkan Bulldozer tersebut, namun setelah dilakukan pendekatan terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan memberikan pemahaman tentang hukum kepada masyarakat, akhirnya mereka bersedia membantu mencari alat berat tesebut untuk di serahkan.

(Satgas Yonif 315/Grd-Pendam III/Slw)

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 320/BP Bercocok Tanam Cabai Keriting di Wilayah Perbatasan

Pos Sota merupakan salah satu Pos Pamtas Yonif 320/BP yang melaksanakan kegiatan bercocok tanam cabai keriting merah dengan memberdayakan lahan kosong Pos yang cukup luas menjadi lahan yang produktif dengan cara mencangkuli lahan tersebut lalu memberinya pupuk sehingga tanah nya menjadi subur.
Melihat potensi yang bisa dikembangkan, Kapten Inf Yudhi Eka Pratama selaku Danki B yang berada di Pos Sota berinisiatif untuk bercocok tanam cabai dengan membudidayakan 3.500 benih cabai untuk di tanam di lahan Pos yang kurang dari 1 hektar karena sebagian lahan sudah terlebih dahulu di tanam tanaman nanas. Jika dihitung setiap 1 batang tanaman cabai dapat menghasilkan buah sekitar 2 kg dan harga 1 kg cabai sekitar Rp.25.000 bahkan bisa lebih, maka 2 kg x 3.500 batang cabai x Rp.25.000 = Rp.175.000.000,- (Seratus tujuh puluh lima juta rupiah).
Setelah kurun waktu 3 bulan, saat ini kebun cabai tersebut sudah berbuah dan siap panen dalam waktu dekat. keberhasilan bercocok tanam cabai tersebut tidak terlepas dari pengetahuan dan pengalaman 2 anggota Pos Sota yaitu Serda Agus Bachtiar dan Pratu Purwanto yang memang memahami cara bercocok tanam cabai terlebih lagi sebelum berangkat penugasan diberikan penyuluhan tentang bercocok tanam dari Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang.
Setelah berhasil bercocok tanam cabai, Danki B atas ijin dari Dansatgas Yonif 320/BP berupaya untuk mengembangkan budi daya tanaman cabai kepada masyarakat dengan mengadakan Pelatihan Bercocok Tanam Cabai Keriting Merah. Sebagai realisasi awal kegiatan pelatihan diberikan kepada masyarakat Kampung Yanggandur dan Kampung lainnya yang menjadi Kampung Binaan Pos. Teknis pelatihan dimulai dengan memberikan penyuluhan dengan pemapar materi oleh Serda Agus Bachtiar. Materi yang dipaparkan dalam bentuk teori dan praktek langsung di kebun cabai antara lain dari mulai cara pengolahan lahan dan pemupukan tanah agar menjadi subur, cara pembuatan rumah semai, teknik pembibitan dan penyemaian, teknik perawatan dan pemupukan bibit, teknik penanaman bibit cabai, dan teknik perawatan dan pemupukan cabai, serta teknik memetik cabai saat sudah panen.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 320/BP Letkol Inf Abdul Hamid, S.I.P., mengatakan kegiatan pelatihan bercocok tanam cabai kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memberikan contoh tentang teknik bercocok tanam cabai yang baik sehingga diharapkan dapat memberikan stimulan atau dapat menarik minat dan animo masyarakat untuk bercocok tanam cabai dengan memanfaatkan lahan kosong yang berada di sekitar rumah mereka menjadi lahan produktif yang bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari bahkan lebih jauh lagi dapat menjadi komoditas yang sangat menguntungkan jika dilakukan dalam skala besar, sehingga diharapkan dapat meningkatakan taraf kesejahteraan hidup masyarakat.

Saat ini sebagian besar masyarakat perbatasan RI-PNG lebih senang berburu, mencari ikan, mencari gambir, mencari kulit kayu buss dari hutan, sehingga dengan adanya kegiatan pelatihan tersebut diharapkan dapat merubah pola pikir mereka bahwa sebenarnya lahan tanah yang berada di sekitar mereka merupakan tanah yang subur kalau dimanfaatkan secara baik dan benar. “Pelatihan tersebut sebagai salah satu bentuk wujud sumbangsih dan kontribusi nyata Satgas Yonif 320/BP terhadap masyarakat perbatasan dan kami senantiasa berkomitmen bahwa keberadaan Satgas Yonif 320/BP harus dapat memberikan manfaat sehingga akan selalu dapat diterima dan dicintai rakyat”, papar Dansatgas.

(Satgas Yonif 320/BP-Pendam III/Slw)

Scroll To Top